Kamis, 24 Mei 2018

Penerapan Sistem Terdistribusi Smart City di Kota Bogor


Penerapan Sistem Terdistribusi Smart City di Kota Bogor

SASARAN SMART CITY DAERAH
Kota cerdas merupakan konsep yang harus dikembangkan bersama-sama dan disesuaikan dengan tujuan dan misi pembangunan, kebutuhan, serta kondisi Kota Bogor. Pengembangan kota cerdas diharapkan tidak hanya menjadi sebuah program dan branding sesaat, tetapi dapat menjadi jembatan menuju pengembangan dan pembangunan kota yang berkelanjutan (self sustain development).
Desain struktur smart city Kota Bogor yang akan dibangun melingkupi enam dimensi sebagai berikut :

Pada tahun 2015, Kota Bogor telah memiliki Ruang Terbuka Hijau sebesar 14 persen. Kota Bogor juga memiliki 27 taman kota yang telah berfungsi dengan baik. Program edukasi “Bogor Education Fair” khususnya untuk para pelajar di Kota Bogor telah dijalankan selama dua tahun terakhir. Trans-Pakuan, bus kota yang bahan bakarnya bersumber dari energi alternatif telah beroprasional secara kontinu dari tahun 2007 dan merupakan salah satu transportasi jangka panjang serta ramah lingkungan. Sistem website Kota Bogor juga sudah terintegrasi menjadi satu (all in one) dengan semua informasi yang sudah disediakan melalui website tersebut. Terlebih, sejak tahun 2015, Kota Bogor telah memiliki ruang kontrol Smart City yang diberi nama “Green Room”.
Kegiatan dan program yang disebutkan telah mampu menjadi indikator untuk menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu Smart City di Indonesia. Kota Bogor dengan segala potensi yang dimilikinya sangat layak dicanangkan menjadi salah satu “Smart City” di Indonesia.
Smart Governance
Pemerintah Kota Bogor sudah menerapkan aspek Smart Governance dengan baik. Dengan mengakses http://kotabogor.go.id/ masyarakat mampu mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan. Informasi berita kota bogor, transparansi anggaran daerah, profil wilayah kota bogor, aspirasi warga kota bogor, hingga pelayanan kota bogor.
Semua informasi mengenai persyaratan, alur dan prosesnya juga disediakan dalam web tersebut. Tidak hanya itu, sistem pengaduan masyarakat, pelacak lokasi kota bogor, bahkan hingga informasi kota mengenai hotel, akomodasi, agenda kota bogor, maupun kuliner juga tersedia.
Lokasi tersebut bisa diberdayakan dengan konsep pedestrian mall seperti yang telah diterapkan di La rambla Barcelona. Berdasarkan penelitian beberapa ahli perencanaan dan arsitektur perkotaan pada beberapa kota-kota besar di Eropa, pedestrian mall dapat meningkatkan jumlah pengunjung suatu kawasan sampai 50% dan pedestrian mall juga dapat meningkatkan pendapatan para pedagang eceran dan toko-toko sebesar 25 sampai dengan 40%. Hal ini juga dapat meningkatkan semangat berwirausaha masyarakat kota bogor. Secara keseluruhan, Smart Government harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kemudahan akses all‐in‐one. Tidak ada lagi kebingungan, antre panjang di berbagai instansi pemerintahan, dan mengisi formulir kertas berlembar‐lembar.
Pembangunan smart governance dilakukan pada beberapa indikator sebagai berikut :
a.     Pelayanan publik
b.     Manajemen birokrasi yang efisien
c.      Efisien kebijakan publik
Smart Branding
Konsep branding daerah difokuskan pada peningkatan brand value daerah yang dapat mendorong aktivitas perekonomian dan pengembangan kehidupan sosial dan budaya lokal yang pada akhirnya mampu memberikan manfaat berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Smart branding dilakukan pada beberapa indikator :
a.     Membangun dan memasarkan ekosistem pariwisata (tourism branding)
b.     Membangun platform dan memasarkan ekosistem bisnis daerah (business branding)
c.      Membangun dan memasarkan wajah kota (city appearance branding)
Smart Economy
Ekonomi cerdas merupakan pendekatan pemecahan msalah ekonomi daerah dengan membuka akses informasi yang luas sehingga meningkatkan peluang warga untuk melakukan aktivitas ekonomi yang efektif dan efisien dengan mereduksi biaya operasional lebih minimal, lebih produktif dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Pengembangan ekonomi cerdas di Kota Bogor pun akan dilakukan suatu upaya untuk mengurangi resiko dalam sistem pembayaran yang semakin hari cenderung semakin meningkat.
Pembanguan ekonomi cerdas akan dilakukan terhadap beberapa indikator sebagai berikut :
a.     Membangun ekosistem industri yang berdaya saing
b.     Mewujudkan kesejahteraan rakyat
c.      Membangun ekosistem transaksi keuangan
Smart Living
Sasaran dari smart living sebagai salah satu dimensi Smart City adalah untuk mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang layak tinggal, nyaman, dan efisien.
Inisiatif pembangunan Smart Living diantaranya dapat dilakukan pada beberapa indikator sebagai berikut:
a.      Harmonisasi tata ruang wilayah
b.      Mewujudkan prasarana kesehatan
c.      Menjamin ketersediaan sarana transportasi
Smart Society
Sasaran dari smart society dalam Smart City adalah mewujudkan ekosistem sosio-teknis masyarakat yang humanis dan dinamis, baik fisik maupun virtual untuk terciptanya masyarakat yang produktif, komunikatif, dan interaktif dengan digital literacy yang tinggi. Sasaran dari smart society tersebut diwujudkan dengan pengembangan tiga elemen di dalam smart society, yaitu komunitas warga (community), ekosistem pembelajaran (learning), dan sistem keamanan (security).
Inisiatif pembangunan Smart Society diantaranya dapat dilakukan atas indikator sebagai berikut:
a.      Mewujudkan interaksi masyarakat yang efisien
b.      Membangun ekosistem belajar yang efisien
c.      Mewujudkan sistem keamanan masyarakat
Smart Environment
Inisiatif pembangunan Smart Environment diantaranya dapat dilakukan atas indikator sebagai berikut:
a.     Mengembangkan program proteksi lingkungan
b.     Mengembangkan tata kelola sampah dan limbah
c.      Mengembangkan tata kelola energi yang bertanggungjawab

ANALISIS VISI PEMBANGUNAN DAERAH
Sebagai hinterland city dari ibukota negara, Kota Bogor dalam Visi dan Misinya telah mencantumkan target pencapaian masa depan sebagai kota cerdas yang berwawasan teknologi informasi dan komunikasi. Cita-cita ini muncul sebagai suatu bentuk kesadaran akan masa depan yang dinamis dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Menjadi kota penyangga ibukota yang telah sedemikian maju memberikan tantangan tersendiri bukan hanya kepada aparatur pemerintahan namun juga kepada seluruh stakeholder daerah, masyarakat dan pihak swasta.